Serang - Puluhan masa yang teralienasi dalam Aliansi Mahasiswa Pelajar dan Rakyat (AMPERA) melakukan aksi demonstrasi mengkritisi 100 hari kerja presiden dan wakil presiden Prabowo-Gibran. Aksi demonstrasi dengan tema "100 Hari Kerja Prabowo-Gibran, 100 Kali Rakyat Semakin Menderita" tersebut dilakukan di depan Kampus UIN SMH Banten, Ciceri Kota Serang pada Kamis (6/2/2025). Munculnya berbagai isu yang banyak dinilai meresahkan masyarakat, dianggap sebagai bentuk kegagalan 100 hari kerja Prabowo-Gibran.
Alkautsar sebagai masa aksi menjelaskan "Banyak kebijakan yang gagal karena kebijakan dibuat dan diterapkan tanpa melihat kebutuhan dan kondisi rakyat. Dari permasalahan sosial seperti kelangkaan LPG 3Kg yang hingga menyebabkan kematian seorang ibu di Pamulang, hingga permasalahan lingkungan seperti perampasan hak dan ruang hidup masyarakat di pesisir utara Kabupaten Tangerang" Ujar Alkautsar.
terdapat beberapa poin permasalahan yang timbul semenjak 100 hari kerja Presiden dan Wakil Presiden Prabowo - Gibran, dari kelangkaan gas LPG 3Kg yang dikarenakan oleh kebijajakan pelarangan penjualan gas LPG ke pengecer, Penggusuran rumah rakyat berbagai daerah yang sudah memiliki sertifikat hak milik tanah secara semena-mena untuk kepentingan korporasi, Siswa seluruh sekolah di suatu daerah kercaunan akibat Makanan Bergizi Gratis (MBG), dan tidak ada SOP yang jelas sampai sekarang.
Kemudian persoalan kegagalan program ketahanan pangan dimana pemerintahan Prabowo-Gibran mencanangkan program tersebut akan tetapi lahan produktif di Banten Utara di jual seharga 50 RB untuk kepentingan koorporasi, Permasalahan lahan di PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten seperti perampasan ruang hidup warga, Pelanggaran HAM, Konflik sosial, Pembebasan lahan yang belum tuntas, dan njop seharga 50 RB rupiah di Tanggerang Utara, pembangunan PIK 2 diduga melanggar ketentuan yang berlaku, seperti Peraturan Bupati Tangerang Nomor 12 Tahun 2022, pembangunan PIK 2 diduga melanggar HAM dalam aspek ekonomi, sosial, dan budaya, pembangunan PIK 2 diduga melegitimasi praktik perampasan ruang hidup warga. pembangunan PIK 2 diduga memiliki motif tukar guling politik, pembebasan lahan yang belum tuntas menyebabkan belum menyatunya dua sisi PIK 2.
PIK 2 dinilai melanggar tata ruang, PIK 2 berada di area hutan lindung, PIK 2 merugikan masyarakat, PIK 2 mengancam mata pencaharian masyarakat,PIK 2 dipaksakan kepada masyarakat.
Dalam aksi demonstrasi tersebut Terdapat 15 tuntutan yang disuarakan oleh AMPERA, yakni:
1. Cabut status PSN dan hentikan proyek pembangunan PIK 2
2. Usut tuntas pelaku pemagaran laut di Tangerang dan Serang Utara
3. Tolak izin tambang di kelola kampus
4. Selesaikan konflik kelangkaan gas dan penuhi kebutuhan pokok masyarakat
5. Hentikan laju inflasi
6. Usut tuntas situ ranca gede
7. Cabut kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat.
8. Hapuskan sitem kerja kontrak, alih daya, outsourcing, dan magang, serta segala bentuk eksploitasi
9. berikan kepastian kerja dan upah layak
10. Realisasikan anggaran 20% untuk sektor pendidikan
11. Hentikan represifitas terhadap gerakan rakyat
12. Hentikan perampasan lahan produktif rakyat
13. Hentikan perampasan lahan produktif rakyat
14. Hentikan perampasan lahan produktif rakyat
15. Wujudkan reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional
Aksi demonstrasi tersebut dinilai menjadi sebuah alarm dan alerta bahwa kebijakan yang kini pemerintah buat gagal, dan diperlukan rekontruksi dalam penyusunan suatu kebijakan publik, terlebih yang menyangkut dengan kesejahteraan rakyat.